Jumat, 17 Desember 2010

Rencong-Senjata Tradisional Aceh PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 April 2009 13:24
Rencong AcehRencong (reuncong) merupakan senjata tradisional masyarakat Aceh. Bahan baku utama pembuatan rencong adalah besi putih, kuningan, dan tanduk kerbau (tanduk berwarna putih dan hitam).

Pada masa penjajahan Belanda, rencong digunakan di medan perang, tidak hanya oleh kaum pria, namun juga kaum wanita. Senjata ini diselipkan di pinggang sebagai penanda egalitarianisme dan ketinggian martabat, sekaligus simbol pertahanan diri, keberanian, kebesaran, dan kepahlawan ketika melawan penjajah Belanda. Dalam perjuangan melawan Belanda, sejarah mencatat nama-nama besar pahlawan srikandi Aceh, seperti Laksamana Malahayati (laksamana wanita pertama di dunia), Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Pocut Meurah Intan, Pocut Baren, dan Teungku Fakinah.

Saat ini, rencong telah beralih fungsi sebagai salah satu cenderamata khas Aceh. Rasanya tidak sempurna apabila pelancong dari luar Aceh ketika berkunjung ke Aceh tidak membeli rencong sebagai hadiah atau kenang-kenangan.
 Keistimewaan Rencong

Salah satu keistimewaan rencong ada pada proses pembuatannya. Pembuatan rencong dengan bahan baku besi putih akan memerlukan waktu lebih lama dan lebih sulit dibandingkan dengan yang berbahan kuningan. Dari sekian banyak rencong yang ada, dapat dibagi ke dalam empat jenis reuncong, yaitu rencong pudoi (rencong yang belum sempurna pada bentuk gagangnya); rencong meukure, yaitu rencong yang diberi hiasan seperti gambar hewan, akar kayu dan bunga di bagian matanya; rencong meupucok (memiliki pucuk) yang di atas gagangnya ada sebuah pucuk yang biasanya terbuat dari emas; dan rencong meucugek yang pada gagangnya terdapat suatu bentuk cugek (perekat dan bergagang lengkung 90 derajat).
Rencong memiliki makna filosofi keislaman di mana pada gagangnya berbentuk huruf Arab ba, sedangkan pada bujuran gagangnya adalah huruf Arab sin. Pada pangkal besi yang berbentuk lancip dekat gagang, berhuruf Arab mim. Sementara itu, lajur-lajur besi pada gagang, berhuruf Arab lam. Secara keseluruhan, rencong berbentuk kalimat Arab Bismillah.

Rencong Jenis Panglima

Pengrajin Rencong

Desa Baet Masjid, Desa Baet Meuseugoe, dan Desa Baet Lampu ot merupakan tiga sentra pengrajin rencong di Aceh Besar. Ketiga desa ini berada di Kecamatan Sibreh, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

Harga

Harga sebilah rencong bervariasi, tergantung dari kualitas besi, gagang, dan ukurannya. Rencong yang berukuran sedang (panjangnya 10-12 cm) dan terbuat dari kuningan, biasanya dihargai sebesar Rp 20.000,00 hingga Rp 75.000,00 (April 2008), sedangkan rencong yang berukuran lebih besar (panjangnya lebih dari 12 cm) biasanya dihargai sebesar Rp 75.000,00 hingga Rp 80.000,00 (April 2008). Harga sebilah rencong dapat mencapai ratusan ribu rupiah bilamana besi putih sebagai bahan utamanya.

Referensi: www.wisatamelayu.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar